STRATEGI PR WRITING

Disusun oleh
kelompok :
1. OKTIA PUTRI D1E013027
2. RIRIN CAHYUNI D1E013010
3. DIMAS PANJI FAZLY D1E0130
4. BAMBANG KURNIADI D1E0130
5. WAHYU NOPRIANSYAH D1E0130
6. MUSTOFA D1E0130
Mata kuliah : PR
Writing
ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU
SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS
BENGKULU
2015
STRATEGI PR
WRITING
1.
IDENTIFIKASI MASALAH
Misalnya, ada keluhan soal kelambatan
pengiriman dari pelanggan pengguna jasa perusahaan kurir. Agar hal yang sama
tidak terjadi pada organisasi kita. Maka perusahaan kita menjelaskan kepada
publik prosedur yang di kembangkan di perusahaan kita untuk mencegah
keterlambatan penyampaian pengiriman pada penerima. Dengan cara seperti itu,
kita menjaga dan meningkatkan kepercayaan publik melalui kegiatan komunikasi
yang kita lakukan.
Perumusan masalah ini pada dasarnya adalah memetakan
permasalahan yang dihadapi organisasi dengan publiknya Dari ilustrasi di atas ,
tentu mengidentifaksi masalah berdasarkan pada fakta (fact finding).. Ada 3 analisis yang dilakukan yaitu :
a.
Analisis sikap
dan relasi dengan organisasi dengan lingkungannya
b.
Analisis opini
c.
Analisis potensi
masalah, kebutuhan atau peluang agar kita bisa bertindak secara antisipatif
Pada identifikasi masalah juga ada
pengalihan isu yang mana digunakan untuk membangkitkan citra positif pada
perusahaan. Disinilah kemampuan berpikir strategis dan kreatif diperlukan.
Berpikir strategis (Enklund (2005)) yaitu kemampuan seseorang dalam menetapkan
yang benar dan yang salah dalam setiap situasi (bisnis) yang membawa pada hasil
bisnis tertentu. Berpikir kreatif merupakan kemampuan untuk mengubah setiap
wawasan menjadi sebanyak mungkin gagasan atau solusi. Solusi disini ada solusi
jangka pendek dan solusi jangka panjang.
2.
MENETAPKAN TUJUAN
Tujuan yang ditetapkan itu, biasanya merupakan
upaya untu menyelesaikan masalah yang dihadapi. Artinya dalam tujuan itu ada
dimensi penyelesaian masalh. Tujuan (objective)
harus kita bedakan dar maksud (goal).
Tujuan menyatakan apa yang harus dicapai pada waktu tertentu dan sebisa mungkin
dapat dikuanfikasikan. Sedangkan maksud merupakan pernyataan terbuka tentang
apa yang ingin dicapai tanpa mentebutkan secara tegas kapan mesti dicapai dan
tanpa dikuanfikasikan (Wheleen dan Hunger, 1995:11-12). Contoh maksud “menjadi
organisasi nisnis yang masuk kategori 10 besar untuk mengangkat reputasi
organisasi”. Contoh tujuan “menjadi organisasi nisnis yang masuk kategori 10
besar untuk mengangkat reputasi organisasi dalam waktu 3 tahun dengan aset
mencapai 3 trilyun”. Tentu saja, dalam perjalanan mencapai tujuan organisasi
itu, berbagai unit yang ada dalam organisasi itu menetapkan tujuan
masing-masing, bisa disebut tujuan fungsional, yang artinya tujuan yang hendak
dicapai berdasarkan funsi-fungsi unit tersebut seperti unit produksi, unit
keuangan, unit pemasaran, dan unit PR.
3.
ANALISIS KHALAYAK SASARAN
Salah satu prinsip komunikasi adalah
“kenali khalayak baru bicara”. Khalayak yang dimaksudkan disini bukanlah
khalayak umum melainkan publik atau stakeholder organisasi. Secara umum,
Lesly(1991:27) menyebutkan kelompok-kelompok publik yang penting, meliputi :
a.
Pegawai dan
keluarganya
b.
Kritikus
potensial
c.
Mitra potensial
d.
Pemerintah
e.
Media
f.
Komunitas
sekitar lokasi organisasi
g.
Pemegang saham
h.
Pelanggan dan outlet, dll.
Dalam menganalisis halayak komunikasi
langkah pertama yang kita lakukan adalah identifikasi publik-publik yang
terkait dengan permasalahan. Langkah kedua adalah menidentifikasi kultur dan
konteks publik-publik tersebut.
4.
MEMILIH MEDIA
Pemilihan media ini dilakukan untuk
menetukan bagaimana cara menyampaikan pesan kepada publik yang paling efektif
dan efisien. Efektif disini bisa dalam artian keterjangkauan yakni mencapai
khalayak sasaran komunikasi. Efisien disini diartikan tidak memerlukan terlalu
banyak sumber daya (manusia, dana, alat) untuk menjangkau khalayak. Media yang
digunakan untuk berkomunikasi dengan publik bukan hnaya media massa melinkan
juga media nirmassa dan media baru. Media nirmassa diantaranya brosur,
selebaran, dan buku. Sedangkan media baru merupakan medi yang muncul karena
perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang memungkinkan tampilan
media cetak konvensional menjadi media rupa-rungu (audio visual). Contoh media
baru adalah situs web dan situs internet.
Pemilihan media akan sangat ditentukan oleh tujuan
komunikasi dan khalayak sasaran kita. Perbedaan khalayak sasaran akan
membedakan media yang kita gunakan.
5.
STRATEGI PERS
Lesly (1991:27) menyebutkan, penting
untuk menyusun rencana bertemu muka dan berkomunikasi dengan kelompok-kelompok
publik itu dengan menggunakan pendekatan dan pesan-pesan yang secara khusus
tepat bagi mereka. Bila menggunakan pendekatan uses nd gratifications, pesan yang tepat itu adalah pesan yang
memenuhi kebutuhan khalayak. Itu sebabnya pada khalayak yang berbeda
disampaikan pesan yang berbeda meski substansinya berbeda. berikut strategi
penyusunan pesan yaitu :
a.
Penarikan
kesimpulan ( bagaimana kita menyimpulkan fakta dan data yang kita ajukan,
apakah secara implisit atau eksplisit
b.
Urutan argumen
(berkaitan dengan mengungkapkan apa yang kiranya disepakati publik/khalayak
baru dilanjutkan dengan apa yang kiranya tak begitu disepakati khalayak
c.
Pesan sepihak
dan dua pihak (berkenaan dengan pesan yang disampaikan itu mengabaikan
argumentasi yang berlawanan (untuk pesan sepihak) atau memasukkan argumentasi
yang berlawanan (pesan dua pihak).
Pesan yang disusun setidaknya mengandung
unsur : a). Mendorong (pesan yang mengajak bertindak), b). Membedakan (pesan
ini ekslusif untuk anda), c). Relevan (pesan diajukan untuk khalayak), d).
Terpercaya (khalayak bisa mempercayai pesan), e). Kokoh (pesan bisa dijamin
atau dibuktikan faktanya), dan f). Berlanjut (pesan akan awet).
6.
EVALUASI
Evaluasi adalah proses penilaian
berdasarkan standar dan tujuan. Sandar disini adalah hasil yang diinginkan atau
peristiwa yang diharapkan terjadi, yng digunakan untuk melihat tujuan dengan
cara membandingkannya dengan hasil. Dengan evaluasi maka kita kita bisa melihat
apakah tujuan bisa tercapai atau tidak.
Dalam kegiatan PR dikenal dua jenis evaluasi yaitu :
a.
Evaluasi proses
(menilai apa yang terjadi pada tahapan-tahapan dalam proses)
b.
Evaluasi hasil (output) dan dampak/manfaat (outcome) (melihat apa yang terjadi pada
khalayak dan evaluasi dampak/manfaat melihat akibat-akibat yang muncul akibat
program PR kita pada publik-publik sasaran)
Melalui evaluasi proses
kita dapat mendapatkan data dan fakta tentang kegagalan dan keberhasilan untuk
tahapan-tahapan proses dalam pencapaian suatu program atau kegiatan. Sedangkan
evaluasi hasil/dampak/manfaat akan melihat seluruh program kegiatan dengan menghubungkannya
pada apa yang bisa diperoleh dengan tujuan yang ditetapkan sebelumnya. Pada
akhirnya, evaluasi dipergunakan untuk mengambil keputusan, baik untuk
melanjutkan, memperbaiki atau menghentikan progrm/kegiatan.
STUDI KASUS
PT. BIO NUSANTARA TEKNOLOGI
- Identifikasi masalah
a.
Tercemarnya
lingkungan
b.
Tidak
tercukupinya upah minimum regional (UMR)
- Menetapkan tujuan
a.
Memperbaiki
cittra perusahaan PT. BIO dengan aksi tanggap lingkungan
b.
Meminimalisir
biaya produksi
·
Pengurangan
biaya angkut (biaya ongkos CVO, biaya ongkos angkut bahan mentah ke pabrik)
- Analisis khalayak sasaran
a.
Karyawan dan
keluarganya
b.
Warga sekitar
c.
Pemerintah
d.
Pelanggan
e.
Pemegang saham
f.
Media
- Pemilihan media
a.
Media elektronik
:
·
Radio
·
Tv (rbtv, betv)
b.
Media cetak
·
Radar Bengkulu
·
Bengkulu Express
·
Rakyat Bengkulu
c.
Media baru
·
Situs/ blog
perusahaan
- Strategi pers
a.
Mensponsori
event-event
b.
Membuat iklan
c.
Membuka forum
diskusi
d.
Melakukan
pendekatan dengan karyawan dan masyarakat sekitar
e.
Mengadakan
sosialisasi
- Evalusi
a.
Jika berhasil
·
Akan menjaga dan
meningkatkan hubungan baik dengan karyawan dan masyarakat sekitar
·
Terus
meminimalisir biaya produksi guna mencukupi UMR karyawan serta membuka lowongan
kerja
b.
Jika tidak
berhasil
·
Memperbanyak dan
memperbaiki strategi pers dari yang sebelumnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar