Selasa, 08 Desember 2015

STRATEGI PR WRITING



STRATEGI PR WRITING


 Disusun oleh kelompok :
1.      OKTIA PUTRI                             D1E013027
2.      RIRIN CAHYUNI                      D1E013010
3.      DIMAS PANJI FAZLY             D1E0130
4.      BAMBANG KURNIADI                       D1E0130
5.      WAHYU NOPRIANSYAH        D1E0130
6.      MUSTOFA                                   D1E0130
Mata kuliah                 :  PR Writing


ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS BENGKULU
2015
STRATEGI PR WRITING
1.      IDENTIFIKASI MASALAH
Misalnya, ada keluhan soal kelambatan pengiriman dari pelanggan pengguna jasa perusahaan kurir. Agar hal yang sama tidak terjadi pada organisasi kita. Maka perusahaan kita menjelaskan kepada publik prosedur yang di kembangkan di perusahaan kita untuk mencegah keterlambatan penyampaian pengiriman pada penerima. Dengan cara seperti itu, kita menjaga dan meningkatkan kepercayaan publik melalui kegiatan komunikasi yang kita lakukan.
Perumusan masalah ini pada dasarnya adalah memetakan permasalahan yang dihadapi organisasi dengan publiknya Dari ilustrasi di atas , tentu mengidentifaksi masalah berdasarkan pada fakta (fact finding).. Ada 3 analisis yang dilakukan yaitu :
a.       Analisis sikap dan relasi dengan organisasi dengan lingkungannya
b.      Analisis opini
c.       Analisis potensi masalah, kebutuhan atau peluang agar kita bisa bertindak secara antisipatif
Pada identifikasi masalah juga ada pengalihan isu yang mana digunakan untuk membangkitkan citra positif pada perusahaan. Disinilah kemampuan berpikir strategis dan kreatif diperlukan. Berpikir strategis (Enklund (2005)) yaitu kemampuan seseorang dalam menetapkan yang benar dan yang salah dalam setiap situasi (bisnis) yang membawa pada hasil bisnis tertentu. Berpikir kreatif merupakan kemampuan untuk mengubah setiap wawasan menjadi sebanyak mungkin gagasan atau solusi. Solusi disini ada solusi jangka pendek dan solusi jangka panjang.
2.      MENETAPKAN TUJUAN
Tujuan yang ditetapkan itu, biasanya merupakan upaya untu menyelesaikan masalah yang dihadapi. Artinya dalam tujuan itu ada dimensi penyelesaian masalh. Tujuan (objective) harus kita bedakan dar maksud (goal). Tujuan menyatakan apa yang harus dicapai pada waktu tertentu dan sebisa mungkin dapat dikuanfikasikan. Sedangkan maksud merupakan pernyataan terbuka tentang apa yang ingin dicapai tanpa mentebutkan secara tegas kapan mesti dicapai dan tanpa dikuanfikasikan (Wheleen dan Hunger, 1995:11-12). Contoh maksud “menjadi organisasi nisnis yang masuk kategori 10 besar untuk mengangkat reputasi organisasi”. Contoh tujuan “menjadi organisasi nisnis yang masuk kategori 10 besar untuk mengangkat reputasi organisasi dalam waktu 3 tahun dengan aset mencapai 3 trilyun”. Tentu saja, dalam perjalanan mencapai tujuan organisasi itu, berbagai unit yang ada dalam organisasi itu menetapkan tujuan masing-masing, bisa disebut tujuan fungsional, yang artinya tujuan yang hendak dicapai berdasarkan funsi-fungsi unit tersebut seperti unit produksi, unit keuangan, unit pemasaran, dan unit PR.
3.      ANALISIS KHALAYAK SASARAN
Salah satu prinsip komunikasi adalah “kenali khalayak baru bicara”. Khalayak yang dimaksudkan disini bukanlah khalayak umum melainkan publik atau stakeholder organisasi. Secara umum, Lesly(1991:27) menyebutkan kelompok-kelompok publik yang penting, meliputi :
a.       Pegawai dan keluarganya
b.      Kritikus potensial
c.       Mitra potensial
d.      Pemerintah
e.       Media
f.       Komunitas sekitar lokasi organisasi
g.      Pemegang saham
h.      Pelanggan dan outlet, dll.
Dalam menganalisis halayak komunikasi langkah pertama yang kita lakukan adalah identifikasi publik-publik yang terkait dengan permasalahan. Langkah kedua adalah menidentifikasi kultur dan konteks publik-publik tersebut.
4.      MEMILIH MEDIA
Pemilihan media ini dilakukan untuk menetukan bagaimana cara menyampaikan pesan kepada publik yang paling efektif dan efisien. Efektif disini bisa dalam artian keterjangkauan yakni mencapai khalayak sasaran komunikasi. Efisien disini diartikan tidak memerlukan terlalu banyak sumber daya (manusia, dana, alat) untuk menjangkau khalayak. Media yang digunakan untuk berkomunikasi dengan publik bukan hnaya media massa melinkan juga media nirmassa dan media baru. Media nirmassa diantaranya brosur, selebaran, dan buku. Sedangkan media baru merupakan medi yang muncul karena perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang memungkinkan tampilan media cetak konvensional menjadi media rupa-rungu (audio visual). Contoh media baru adalah situs web dan situs internet.
Pemilihan media akan sangat ditentukan oleh tujuan komunikasi dan khalayak sasaran kita. Perbedaan khalayak sasaran akan membedakan media yang kita gunakan.
5.      STRATEGI PERS
Lesly (1991:27) menyebutkan, penting untuk menyusun rencana bertemu muka dan berkomunikasi dengan kelompok-kelompok publik itu dengan menggunakan pendekatan dan pesan-pesan yang secara khusus tepat bagi mereka. Bila menggunakan pendekatan uses nd gratifications, pesan yang tepat itu adalah pesan yang memenuhi kebutuhan khalayak. Itu sebabnya pada khalayak yang berbeda disampaikan pesan yang berbeda meski substansinya berbeda. berikut strategi penyusunan pesan yaitu :
a.       Penarikan kesimpulan ( bagaimana kita menyimpulkan fakta dan data yang kita ajukan, apakah secara implisit atau eksplisit
b.      Urutan argumen (berkaitan dengan mengungkapkan apa yang kiranya disepakati publik/khalayak baru dilanjutkan dengan apa yang kiranya tak begitu disepakati khalayak
c.       Pesan sepihak dan dua pihak (berkenaan dengan pesan yang disampaikan itu mengabaikan argumentasi yang berlawanan (untuk pesan sepihak) atau memasukkan argumentasi yang berlawanan (pesan dua pihak).
Pesan yang disusun setidaknya mengandung unsur : a). Mendorong (pesan yang mengajak bertindak), b). Membedakan (pesan ini ekslusif untuk anda), c). Relevan (pesan diajukan untuk khalayak), d). Terpercaya (khalayak bisa mempercayai pesan), e). Kokoh (pesan bisa dijamin atau dibuktikan faktanya), dan f). Berlanjut (pesan akan awet).
6.      EVALUASI
Evaluasi adalah proses penilaian berdasarkan standar dan tujuan. Sandar disini adalah hasil yang diinginkan atau peristiwa yang diharapkan terjadi, yng digunakan untuk melihat tujuan dengan cara membandingkannya dengan hasil. Dengan evaluasi maka kita kita bisa melihat apakah tujuan bisa tercapai atau tidak.
Dalam kegiatan PR dikenal dua jenis evaluasi yaitu :
a.       Evaluasi proses (menilai apa yang terjadi pada tahapan-tahapan dalam proses)
b.      Evaluasi hasil (output) dan dampak/manfaat (outcome) (melihat apa yang terjadi pada khalayak dan evaluasi dampak/manfaat melihat akibat-akibat yang muncul akibat program PR kita pada publik-publik sasaran)
Melalui evaluasi proses kita dapat mendapatkan data dan fakta tentang kegagalan dan keberhasilan untuk tahapan-tahapan proses dalam pencapaian suatu program atau kegiatan. Sedangkan evaluasi hasil/dampak/manfaat akan melihat seluruh program kegiatan dengan menghubungkannya pada apa yang bisa diperoleh dengan tujuan yang ditetapkan sebelumnya. Pada akhirnya, evaluasi dipergunakan untuk mengambil keputusan, baik untuk melanjutkan, memperbaiki atau menghentikan progrm/kegiatan.

STUDI KASUS
PT. BIO NUSANTARA TEKNOLOGI
  1. Identifikasi masalah
a.       Tercemarnya lingkungan
b.      Tidak tercukupinya upah minimum regional (UMR)
  1. Menetapkan tujuan
a.       Memperbaiki cittra perusahaan PT. BIO dengan aksi tanggap lingkungan
b.      Meminimalisir biaya produksi
·         Pengurangan biaya angkut (biaya ongkos CVO, biaya ongkos angkut bahan mentah ke pabrik)
  1. Analisis khalayak sasaran
a.       Karyawan dan keluarganya
b.      Warga sekitar
c.       Pemerintah
d.      Pelanggan
e.       Pemegang saham
f.       Media
  1. Pemilihan media
a.       Media elektronik :
·         Radio
·         Tv (rbtv, betv)
b.      Media cetak
·         Radar Bengkulu
·         Bengkulu Express
·         Rakyat Bengkulu
c.       Media baru
·         Situs/ blog perusahaan
  1. Strategi pers
a.       Mensponsori event-event
b.      Membuat iklan
c.       Membuka forum diskusi
d.      Melakukan pendekatan dengan karyawan dan masyarakat sekitar
e.       Mengadakan sosialisasi
  1. Evalusi
a.       Jika berhasil
·         Akan menjaga dan meningkatkan hubungan baik dengan karyawan dan masyarakat sekitar
·         Terus meminimalisir biaya produksi guna mencukupi UMR karyawan serta membuka lowongan kerja
b.      Jika tidak berhasil
·         Memperbanyak dan memperbaiki strategi pers dari yang sebelumnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar